Major League Soccer (MLS) tengah menyiapkan perombakan besar-besaran pada format playoff MLS. Sejumlah sumber dari pihak liga dan klub mengungkapkan kepada Guardian bahwa perubahan tersebut bisa mencakup sistem double-elimination serta melibatkan hingga 20 tim. Format baru ini direncanakan debut pada 2028, bersamaan dengan peralihan MLS ke kalender kompetisi musim gugur hingga musim semi.
Rencana ini menjadi krusial bagi masa depan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Amerika Serikat tersebut. Perombakan format playoff disebut sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh MLS terhadap kalender kompetisi baru yang dimulai pada musim 2027-28. Namun, pihak liga menegaskan bahwa keputusan resmi belum diambil dan proses kajian masih berlangsung.
Rincian Format Baru Playoff MLS
Berdasarkan jadwal potensial yang dilihat Guardian, playoff MLS versi baru akan dimulai pada akhir April dan berlangsung sekitar tiga pekan. Partai puncak MLS Cup dijadwalkan digelar pada Minggu, 21 Mei 2028. Dengan format ini, jumlah peserta playoff tidak lagi dibatasi oleh struktur konferensi seperti saat ini.
Yang menarik, 20 kursi playoff tersebut tidak akan dibagi rata ke masing-masing divisi. Seluruh tim akan digabung ke dalam satu klasemen tunggal pada akhir musim, dan 20 tim dengan catatan terbaik berhak melaju ke postseason. Dari 20 tim itu, delapan tim akan menjalani babak play-in dan hanya empat di antaranya yang lolos, sehingga tercipta babak 16 besar.
Selain itu, delapan tim teratas di klasemen gabungan akan bermain dalam babak double-elimination. Kemenangan di babak awal tersebut akan membawa tim langsung melaju ke perempat final. Tim-tim juga akan diunggulkan ulang (re-seeded) setelah setiap babak, sehingga tim dengan peringkat lebih tinggi mendapat keunggulan kompetitif sekaligus keuntungan menjadi tuan rumah sepanjang playoff.
Perubahan Struktur Liga dan Kalender Kompetisi
Perubahan format playoff ini tidak berdiri sendiri. MLS juga dikabarkan akan mengubah struktur musim reguler dari sistem konferensi Timur dan Barat menjadi lima divisi. Langkah ini sudah lama diberitakan sebagai bagian dari transformasi besar liga.
Dengan struktur baru tersebut, klasemen gabungan menjadi penentu siapa yang layak tampil di playoff. Selain itu, MLS akan memainkan musim sprint yang dipersingkat pada 2027 sebelum akhirnya beralih penuh ke kalender internasional. Pergeseran ke jadwal musim gugur hingga musim semi disebut sebagai perubahan paling fundamental dalam sejarah liga.
Sejarah Panjang Perubahan Format Playoff MLS
MLS sebenarnya sudah terbiasa mengubah format playoff sepanjang sejarahnya. Pada masa awal liga, delapan dari sepuluh tim lolos ke postseason dengan format best-of-three di semifinal dan final konferensi. Format ini kemudian diubah lagi pada 2000 dan kembali disesuaikan seiring bertambahnya jumlah tim serta penataan ulang konferensi. Memasuki 2003, liga memakai sistem dua leg, sebelum akhirnya beralih ke format gugur tunggal pada 2019.
Saat menjalin kerja sama hak siar dengan Apple TV pada 2023, liga justru menambah jumlah pertandingan dan memperkenalkan format yang ada sekarang. Format tersebut merupakan kombinasi best-of-three dan single-elimination, plus laga play-in antara tim peringkat delapan dan sembilan di masing-masing konferensi. Penambahan jumlah laga memang menguntungkan dari sisi tayangan televisi, tetapi menuai kritik dari penggemar, pelatih, hingga pemain.
Saat itu, MLS sebenarnya sempat mempertimbangkan opsi lain, termasuk format ala Piala Dunia yang memakai babak grup sebelum masuk ke fase gugur. Kini, liga kembali memutar otak untuk merancang format yang lebih ideal. Namun, belum ada kepastian kapan keputusan final akan diumumkan.
Dampak dan Implikasi bagi Kompetisi
Sistem double-elimination yang diusulkan dinilai sebagai cara untuk semakin memberi insentif pada laga reguler musim. Dengan begitu, peringkat akhir di klasemen gabungan menjadi sangat berharga karena menentukan keunggulan di playoff. Tim-tim papan atas pun diuntungkan dengan keunggulan bermain di kandang hingga babak-babak akhir.
Menariknya, format yang diusulkan MLS ini terbilang unik di olahraga Amerika Serikat, tetapi sudah lama dipakai oleh Australian Football League (AFL), kompetisi elite sepak bola aturan Australia. AFL menggunakan apa yang mereka sebut sebagai format double-chance selama beberapa dekade. Salah satu sumber menyebut MLS telah berdiskusi dengan AFL soal pendekatan playoff mereka.
Era Baru MLS Setelah Piala Dunia 2026
Rencana perombakan ini datang di tengah transisi besar yang sedang dilalui MLS pasca-Piala Dunia 2026. Salah satu pemilik LAFC, Larry Berg, telah ditunjuk sebagai komisaris baru dan akan menggantikan Don Garber tahun depan. Sejumlah perubahan mendasar pada regulasi pemain juga telah diusulkan.
Meski semua rencana itu terdengar konkret, MLS menegaskan belum mengambil keputusan final. “Major League Soccer terus mengevaluasi penyesuaian potensial pada format pascamusim sebagai bagian dari tinjauan menyeluruh peralihan liga ke kalender kompetisi baru yang dimulai pada musim 2027-28,” demikian pernyataan resmi liga. “Proses ini masih berlangsung dan belum ada keputusan yang diambil saat ini,” sambung pernyataan tersebut.
Rencana perombakan format playoff MLS ini jelas menunjukkan arah baru yang lebih ambisius. Dengan menggabungkan sistem double-elimination, klasemen tunggal, dan jumlah peserta lebih banyak, liga ingin menciptakan postseason yang lebih kompetitif dan menarik. Namun, semuanya masih bergantung pada kajian internal yang belum tuntas.
Jika benar terealisasi pada 2028, ini akan menjadi perubahan format terbesar dalam sejarah MLS. Para penggemar tentu berharap format baru ini mampu menjawab kritik terhadap sistem yang berjalan sekarang. Satu hal yang pasti: wajah playoff MLS dalam beberapa musim ke depan akan sangat berbeda dari yang kita kenal saat ini.
