Best slot Ever

Mourinho Sebut Mbappé Layak Memenangkan Ballon d’Or

José Mourinho menilai Kylian Mbappé layak memenangkan Ballon d’Or tahun ini. Pelatih Real Madrid itu menegaskan bahwa penghargaan tersebut seharusnya diberikan kepada pemain terbaik di dunia, bukan sekadar berdasarkan raihan Piala Dunia atau Liga Champions. Ia menyampaikan pandangan ini pada Sabtu, menjelang pertandingan Madrid melawan Málaga di La Liga.

Pernyataan Mourinho tentu langsung menyedot perhatian, apalagi ia berbicara di tengah persaingan memperebutkan penghargaan paling prestisius di sepak bola. Menurutnya, hanya ada dua, tiga, atau empat pemain dengan level terbaik di dunia saat ini. Bagi pelatih asal Portugal itu, Mbappé adalah salah satu nama yang paling menonjol secara individu.

Mourinho: Kylian Mbappé Layak Memenangkan Ballon d’Or

Mourinho secara khusus menyebut Mbappé ketika berbicara tentang pemain yang secara individu membuat sejarah pada musim panas ini. “Menurut saya, ada satu pemain yang, secara individu, mencatatkan sejarah pada musim panas ini,” ujar Mourinho merujuk pada kapten timnas Prancis tersebut. Mbappé kini menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah Piala Dunia, sebuah pencapaian yang sulit ditandingi oleh pemain mana pun.

Prestasi itu semakin menguatkan alasan mengapa Mourinho menganggap Mbappé pantas masuk dalam perbincangan Ballon d’Or. Apalagi, Mbappé sebelumnya juga menutup musim lalu sebagai pencetak gol terbanyak di La Liga, Liga Champions, serta Piala Dunia 2026. Meski begitu, ia gagal memenangkan satu pun trofi besar pada musim tersebut.

Kepercayaan Mourinho kepada Mbappé juga datang ketika sang penyerang sedang dalam performa tajam. Pada laga Rabu lalu, Mbappé mencetak hat-trick dalam kemenangan 4-1 Real Madrid atas Real Sociedad. Penampilan itu bahkan dipajang di halaman depan harian olahraga Madrid, AS, dengan judul “Mbappé incar Ballon d’Or”.

Ballon d’Or Bukan Hadiah untuk Pemenang Trofi

Mourinho menegaskan bahwa Ballon d’Or tidak bisa diberikan hanya karena seorang pemain berhasil menjuarai Liga Champions atau Piala Dunia. Ia juga menyindir bahwa jika penghargaan itu memang untuk mengapresiasi kesuksesan tim, maka trofinya sebaiknya diberikan kepada pelatih. “Jika kita ingin memberi penghargaan kepada Liga Champions, berikan saja kepada Luis Enrique. Untuk tim nasional Spanyol, berikan kepada De la Fuente,” kata Mourinho.

Menurut Mourinho, pemain terbaik dunia adalah kategori yang berbeda dan tidak selalu berkaitan dengan gelar kolektif. Ia bahkan menegaskan bahwa pemain terbaik dunia saat ini tidak berada di PSG atau dalam skuad timnas Spanyol. “Pemain terbaik di dunia adalah sesuatu yang lain, dan ia tidak berada di PSG atau tim Spanyol,” tambahnya.

Mourinho lalu mengingatkan soal sosok-sosok yang akan dirindukan selamanya setelah pensiun. Ia menyebut Maradona, Ronaldinho, Ronaldo Nazario, Cristiano Ronaldo, Messi, dan Zidane sebagai contoh pemain dengan jejak individual yang abadi. Dalam pandangannya, hanya tipe pemain seperti itulah yang pantas menerima Ballon d’Or.

Saingan Berat: Bintang PSG dan Timnas Spanyol

Dalam perburuan Ballon d’Or kali ini, Mbappé tidak sendirian. Ia harus bersaing dengan sejumlah nama besar seperti penyerang Inggris Harry Kane, gelandang Spanyol Rodri yang menjadi juara dunia, serta dua pemain PSG yang berstatus juara Eropa, Ousmane Dembélé dan Khvicha Kvaratskhelia. Para pemain itu sama-sama memiliki pencapaian gemilang di level klub maupun timnas.

Namun, Mourinho tampaknya ingin menekankan perbedaan antara pemain yang hebat karena dukungan tim dan pemain yang benar-benar istimewa secara individu. Ia tidak mengubah kriteria penilaiannya hanya karena ada nama-nama besar dari PSG atau timnas Spanyol. Yang jelas, dukungan dari pelatih sekaliber Mourinho bisa menjadi perhatian tersendiri bagi para pesaing Mbappé.

Real Madrid dan Momentum yang Terus Dibangun

Selain membahas Ballon d’Or, Mourinho juga bersiap membawa Real Madrid melakoni laga penting di lanjutan La Liga. Tim asuhannya akan menjamu tim promosi Málaga pada Minggu di kandang sendiri. Kemenangan dalam laga itu menjadi target untuk memperpanjang start sempurna Real Madrid dengan tiga kemenangan beruntun di awal musim.

Momentum ini juga bisa berpengaruh pada kepercayaan diri Mbappé. Jika terus tampil tajam dan membantu Real Madrid meraih hasil positif, narasi bahwa ia layak menerima Ballon d’Or akan semakin kuat. Dukungan dari pelatihnya sendiri bisa menjadi bahan bakar tambahan untuk tampil konsisten di sisa musim.

Pada akhirnya, pernyataan Mourinho menegaskan bahwa Ballon d’Or seharusnya mengukur kualitas individual seorang pemain, bukan sekadar daftar trofi yang dikumpulkan sepanjang musim. Dengan sejarah baru yang ditorehkan Mbappé di Piala Dunia, wajar jika Mourinho memberikan dukungannya kepada kapten timnas Prancis tersebut. Pertarungan sejati baru akan terlihat pada malam penganugerahan, tetapi dukungan seperti ini sudah cukup membuat perbincangan soal sang pemenang semakin memanas.

Exit mobile version