Manajer Skotlandia, Pocognoli, menegaskan bahwa Billy Gilmour harus bisa menikmati sepak bolanya lagi agar performa terbaiknya muncul bersama tim nasional. Ia menyebut tugasnya saat ini adalah memastikan sang gelandang menemukan senyumnya di atas lapangan, bukan sekadar menjalankan instruksi taktis. Menurutnya, kebahagiaan bermain adalah pintu masuk menuju kualitas yang ia yakini masih bisa dimaksimalkan.
Pernyataan itu penting karena Skotlandia tidak punya banyak pemain bertipe seperti Gilmour. Pocognoli bahkan menyebut Swiss pun tak memiliki banyak pemain dengan karakter serupa. Di tengah persiapan menuju kualifikasi Euro 2028, cara mengelola pemain kreatif seperti Gilmour menjadi salah satu pekerjaan rumah utama sang pelatih berkebangsaan Belgia itu.
Pocognoli Ingin Billy Gilmour Bermain dengan Senyum
Pocognoli menilai Gilmour adalah sosok yang langka dalam skuadnya. Karena itu, ia merasa punya tanggung jawab khusus untuk menjaga kondisi mental dan kebahagiaan pemain tersebut saat membela Skotlandia. Ia ingin Gilmour kembali ke versi dirinya yang paling lepas, seperti yang ia kenal ketika masih berkarier di Inggris.
“Kami tidak punya banyak pemain seperti ini. Bahkan Swiss pun tidak,” kata Pocognoli. “Saya harus memastikan dia menemukan senyumnya di lapangan, dan dia tersenyum setelah pertandingan. Saya melihat Billy versi Brighton saat di Slovenia.”
Ia menambahkan bahwa bila Gilmour bisa menikmati permainannya dengan senyum, hal-hal lain akan mengikuti dengan sendirinya. Pocognoli juga mengaku masih mengingat betul masa Gilmour di Brighton dan menilainya tampil fantastis untuk klub tersebut. Kenangan itulah yang menjadi acuan tentang seperti apa pemain itu seharusnya bermain.
Beda Tuntutan di Napoli dan Risiko yang Harus Diambil
Pocognoli menyadari bahwa peran Gilmour di Napoli tidak sama dengan perannya di Brighton. Di klub Italia itu, menurutnya, pemain lebih banyak dituntut berpikir tentang pergerakan tanpa bola. Perbedaan tuntutan tersebut membuat cara bermainnya tidak selalu identik dengan versi yang paling ia kenal di sepak bola Inggris.
Meski begitu, Pocognoli tidak ingin Gilmour kehilangan keberanian mengambil risiko. Ia mengakui sang pemain melakukan kesalahan dan beberapa kali salah mengoper dalam laga melawan Slovenia. Namun menurutnya, risiko semacam itu justru perlu diambil agar kualitas terbaik Gilmour bisa terlihat.
“Dia akan membuat kesalahan, dia melakukan operan buruk melawan Slovenia,” ujar Pocognoli. “Tetapi dia harus mengambil risiko untuk bermain seperti itu agar kualitasnya terlihat.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa sang pelatih memilih memberi ruang toleransi bagi pemain kreatif, bukan menuntutnya bermain serba aman.
Latihan di Hampden demi Menanamkan Sejarah
Pada Senin, Skotlandia menggelar latihan di Hampden, bukan di basis latihan reguler mereka yang berada tepat di sebelahnya. Pocognoli sengaja memilih venue itu agar anggota baru skuadnya bisa lebih akrab dengan stadion yang menjadi rumah tim nasional. Langkah tersebut dinilainya penting untuk membangun kedekatan pemain dengan tempat mereka akan bertanding.
Menurut Pocognoli, Hampden memang tidak tampak tua secara fisik, tetapi atmosfernya membuat siapa pun bisa merasakan jejak sejarah di dalamnya. Ia menyampaikan hal itu secara langsung ketika menjelaskan alasan pemindahan lokasi latihan. Pesannya jelas: bermain di Hampden bukan sekadar soal taktik, tetapi juga soal memahami bobot sejarah yang menyertainya.
Peringatan soal Menit Bermain di Klub
Pocognoli juga melayangkan peringatan kepada para pemain yang jarang tampil di klubnya. Ia menegaskan bahwa peluang masuk skuad Skotlandia akan semakin sulit bagi mereka yang minim menit bermain. Sejumlah nama penting dalam kelompoknya tercatat mengalami keterbatasan waktu bermain di level domestik musim ini, di antaranya:
- Ben Gannon-Doak
- Ryan Christie
- Aaron Hickey
Untuk saat ini, Pocognoli masih merasa nyaman dengan situasi tersebut. Namun ia memperkirakan keadaan itu akan berubah ketika kualifikasi Euro 2028 dimulai pada tahun depan. Artinya, performa di klub akan jadi penentu yang makin menentukan bagi masa depan para pemain di tim nasional.
Ia pun menjelaskan alasan optimistisnya terhadap beberapa pemain. Menurut Pocognoli, Ben akan mendapat menit bermain karena Bournemouth berlaga di Europa League, sementara Billy sudah bermain dalam beberapa pekan terakhir sejak Liga Champions dimulai. Dengan jadwal yang padat, ia yakin klub-klub akan mulai melakukan rotasi pemain.
Maret dan November Jadi Ujian Fisik
Yang paling membuat Pocognoli khawatir bukanlah musim gugur, melainkan periode Maret. Ia menilai jika para pemain tidak cukup sering bermain, Skotlandia akan kesulitan menghadapi aspek fisik pertandingan. Kekhawatiran itu muncul karena tuntutan fisik dalam laga internasional dinilainya sangat besar.
Saat ini, kondisi masih dianggap aman karena kompetisi baru saja melewati masa pramusim. Pocognoli mengatakan ia akan melihat perkembangan sebenarnya pada November. Dari sana, ia menegaskan satu prinsip sederhana: Skotlandia membutuhkan pemain yang benar-benar sudah bermain, bukan yang hanya tersedia secara nama.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa manajemen beban kerja dan kebugaran akan menjadi bagian penting dari strategi Skotlandia. Peringatan ini juga menjadi sinyal bagi para pemain bahwa status di tim nasional tidak lagi bisa dipertahankan hanya dengan reputasi. Menit bermain di klub akan menjadi mata uang utama menjelang kualifikasi Euro 2028.
Dari seluruh pesannya, Pocognoli tampak menempuh dua pendekatan sekaligus: memberi ruang bagi pemain kreatif seperti Billy Gilmour untuk menikmati permainan, tetapi tetap menuntut kesiapan fisik dan menit bermain yang cukup dari seluruh skuad. Keseimbangan antara kebebasan bermain dan tuntutan kompetitif itulah yang ia coba bangun di Skotlandia.
Bagi Gilmour sendiri, pesan sang pelatih bersifat membebaskan sekaligus menantang. Ia didorong untuk kembali bermain dengan senyum dan keberanian, tanpa mengabaikan kenyataan bahwa persaingan tempat di skuad semakin ketat. Bagaimana keduanya berjalan akan mulai terlihat dalam beberapa bulan mendatang, terutama saat rotasi klub dan jadwal padat benar-benar menguji kedalaman skuad Skotlandia.
