Awal buruk Fiorentina di Serie A semakin nyata setelah mereka dipermalukan 0-3 oleh Frosinone dalam laga yang seharusnya menjadi pesta perayaan 100 tahun klub. Dua pertandingan pertama musim ini berakhir dengan kekalahan beruntun tanpa gol, dan total kebobolan sudah mencapai tujuh gol. Padahal lawan yang datang ke Florence bukanlah tim besar, melainkan Frosinone yang baru promosi dari Serie B.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi suporter yang sudah menanti momen spesial sejak lama. Perayaan ulang tahun Fiorentina sesungguhnya digelar meriah selama empat hari, dimulai dengan pawai suporter di pusat kota Florence dan berlanjut hingga laga kandang melawan Frosinone. Klub yang didirikan pada 29 Agustus 1926 ini memang biasa merayakan hari jadinya pada 26 Agustus karena perbedaan pencatatan tanggal yang sudah mengakar selama puluhan tahun.
Pesta Centenary yang Berubah Menjadi Mimpi Buruk
Ribuan suporter sudah memadati area di depan Basilika Santa Maria Novella pada malam 25 Agustus, jauh sebelum tengah malam. Mereka datang untuk mengawali perayaan seratus tahun Fiorentina yang berpuncak pada pesta kembang api di tepi Sungai Arno. Presiden klub, Giuseppe Commisso, ikut hadir dan menyampaikan pidato singkat, sementara mantan pemain Borja Valero terlihat di antara kerumunan.
Pada hari-hari berikutnya, berbagai monumen bersejarah di Florence diterangi cahaya ungu untuk menghormati warna khas Fiorentina yang telah dipakai sejak 1929. Jersey replika edisi terbatas dari seragam pertama klub—yang berwarna setengah merah dan setengah putih—langsung ludes dalam waktu kurang dari dua jam meski dijual seharga €180. Para legenda seperti Gabriel Batistuta, Rui Costa, Adrien Mutu, dan Cesare Prandelli juga diundang makan siang di Viola Park sebelum akhirnya menyaksikan laga dari tribun.
Investasi Besar dan Harapan Tinggi sebelum Awal Buruk Fiorentina di Serie A
Meskipun laga pembuka musim ini berakhir dengan kekalahan telak 0-4 dari Roma, optimisme suporter Fiorentina tidak luntur. Manajemen telah menghabiskan lebih dari €120 juta untuk mendatangkan pemain muda berbakat, termasuk gelandang Pantai Gading Christ Inao Oulaï, bek remaja Víctor Valdepeñas dari Real Madrid Castilla, serta Arthur Atta dan Mateo Pellegrino yang masing-masing tampil menonjol bersama Udinese dan Parma. Belanja sebesar itu membuat Fiorentina menjadi salah satu klub paling agresif di bursa transfer musim panas.
Tidak hanya itu, beberapa pemain pinjaman juga menambah kedalaman skuad. Franco Mastantuono, winger asal Argentina yang diboyong Real Madrid dari River Plate dengan tebusan €45 juta pada Agustus lalu, langsung dipinjamkan ke Fiorentina. Radu Dragusin dan Álex Jiménez melengkapi lini bel