Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menyatakan dukungan kepada Gianni Infantino untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden FIFA pada periode berikutnya. Dukungan itu disampaikan langsung oleh Presiden AFC, Sheikh Salman bin Ibrahim al-Khalifa, dalam forum kongres luar biasa organisasi tersebut di Tokyo pada Jumat. Momen itu ditandai dengan pelukan hangat Sheikh Salman kepada Infantino di hadapan para anggota yang hadir.
Sikap ini menjadi penting karena menandai pembalikan posisi yang cukup tajam. Sekitar dua bulan sebelumnya, AFC justru termasuk konfederasi yang menuding Infantino melakukan pelanggaran kepercayaan mendasar. Dengan 47 asosiasi anggota di bawah AFC, arah dukungan kawasan Asia bisa menjadi salah satu penentu utama dalam pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung Maret mendatang.

Pelukan dan Pernyataan Dukungan di Kongres Tokyo
Dalam pidatonya di depan para anggota, Sheikh Salman menyampaikan komitmen penuh AFC terhadap kepemimpinan Infantino. Ia menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan mendukung langkah Infantino mencari mandat baru sebagai orang nomor satu di FIFA. Pernyataan itu disampaikan secara terbuka, bukan lewat pernyataan tertulis yang biasa digunakan konfederasi untuk bersikap.
Sheikh Salman juga menyoroti rekam jejak kunjungan Infantino ke sejumlah negara di Asia. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa Infantino memahami denyut nadi sepak bola kawasan dan mendengarkan aspirasi anggota. Ia mengaku telah berbicara dengan banyak anggota di benua itu dan menilai komitmen Infantino sudah cukup jelas terbaca dari langkah-langkah yang dilakukan.
Namun, ia tidak menutup mata bahwa dukungan ini tidak serta-merta diikuti seluruh anggota AFC. Sheikh Salman secara terbuka menyatakan bahwa yang ia sampaikan mewakili perasaan sebagian besar anggotanya, bukan keseluruhan. Pernyataan itu ia sampaikan langsung kepada Infantino sebagai bentuk kejujuran soal peta dukungan di internal Asia.
Dari Surat Terbuka ke Dukungan Resmi: Apa yang Berubah
Pembalikan sikap ini terasa mencolok karena pada Agustus lalu AFC bergabung dengan UEFA dan Concacaf untuk menyoroti perilaku Infantino. Ketiga konfederasi saat itu menyatakan bahwa Infantino telah melakukan pelanggaran kepercayaan yang bersifat mendasar. Sikap tersebut mereka tuangkan dalam surat terbuka yang menyerukan kepemimpinan yang melayani sepak bola, bukan kepemimpinan yang berusaha menguasainya.
Pemicu kritik itu adalah rencana bernilai 4,2 miliar dolar Amerika Serikat untuk menjual sebagian hak atas Piala Dunia kepada investor swasta. Rencana tersebut belakangan dibatalkan. Pekan lalu di Zurich, Infantino menyampaikan permintaan maaf kepada dewan FIFA yang ia pimpin sendiri atas sejumlah kesalahan dalam menyusun skema kontroversial itu.
Sheikh Salman sebenarnya menyinggung perbedaan pendapat di masa lalu itu dalam pidatonya, tetapi ia tidak merinci persoalannya. Ia meminta agar kedua hal tersebut tidak dikaitkan satu sama lain. Menurutnya, dalam beberapa pertemuan terakhir di Zurich, Infantino telah memperjelas bahwa kini ada pemahaman yang sesungguhnya antara kedua pihak.
47 Suara Anggota AFC dan Peta Pemilihan Maret
AFC menaungi 47 asosiasi anggota, dan jumlah itu cukup besar dalam konteks pemilihan presiden FIFA. Bahkan bila tidak semua anggota mengikuti arahan Sheikh Salman, suara dari kawasan Asia tetap bisa menjadi kunci untuk memastikan Infantino memperoleh mandat baru. Pemilihan sendiri dijadwalkan berlangsung pada Maret, dengan batas akhir pencalonan pada 18 November.
Hingga kini belum ada nama yang muncul sebagai penantang Infantino. Situasi itu membuat posisinya relatif aman, terlebih sebelum dukungan AFC turun, indikasinya sudah mengarah pada perolehan suara mayoritas sederhana dari 211 federasi anggota FIFA. Dukungan resmi dari salah satu konfederasi terbesar tentu memperkuat posisi tersebut.
Yang menarik, Sheikh Salman sendiri tidak menyembunyikan bahwa konsensus di Asia tidak sepenuhnya bulat. Ia menyebut keyakinannya mewakili sebagian besar anggota, bukan seluruhnya. Pernyataan itu memberi ruang bagi anggota yang mungkin masih menyimpan keberatan, sekaligus menunjukkan bahwa dukungan ini bersifat politik dan bukan otomatis mengikat.
Janji Dana dan Pengakuan atas Kesalahan
Infantino naik ke podium setelah Sheikh Salman menyelesaikan pidatonya, dan ia mengakui bahwa dirinya tidak luput dari kesalahan. Ia menyampaikan bahwa ketika seseorang mengerjakan banyak hal, ia berharap bisa melakukan banyak hal baik, tetapi tetap saja ada kekeliruan yang terjadi. Pengakuan itu sejalan dengan permintaan maafnya di Zurich beberapa waktu sebelumnya.
Aplaus paling riuh dalam sesi itu justru muncul ketika Infantino membicarakan aliran dana ke federasi anggota. Ia mengingatkan bahwa sebelum ia menjabat, setiap anggota menerima sekitar 1 juta dolar Amerika Serikat dalam siklus empat tahun. Mulai 1 Januari tahun depan, menurutnya, angka itu akan menjadi 25 juta dolar Amerika Serikat.
Cara Infantino membingkai pencapaian finansial di depan para anggota menunjukkan strategi yang cukup jelas. Ia tidak hanya berbicara soal visi, tetapi juga soal manfaat konkret yang bisa dirasakan federasi. Dalam konteks organisasi dengan 211 anggota dari latar belakang ekonomi yang sangat beragam, janji aliran dana seperti itu punya daya tarik politik yang sulit diabaikan.
Konteks Lebih Luas dan Arah Setelahnya
Kasus ini memperlihatkan pola yang kerap muncul dalam politik federasi olahraga internasional: kritik keras pada satu momen bisa berubah menjadi dukungan penuh ketika kepentingan praktis dan perhitungan suara masuk ke dalam gambar. Konfederasi bertindak sebagai blok suara, dan sikap mereka biasanya lahir dari kombinasi antara prinsip tata kelola dan keuntungan bagi anggota.
Bagi AFC, mendukung petahana yang hampir pasti menang adalah pilihan yang berorientasi pada hasil. Sebaliknya, mempertahankan jarak seperti pada Agustus lalu berisiko membuat kawasan Asia kehilangan posisi tawar dalam pembagian program dan dana. Perubahan sikap Sheikh Salman, termasuk caranya melewati detail perbedaan masa lalu, bisa dibaca dalam kerangka itu.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada apakah dukungan ini benar-benar dikonversi menjadi suara bulat pada pemungutan suara Maret. Batas pencalonan 18 November menjadi penanda penting: bila tidak ada penantang yang muncul hingga tanggal itu, jalan Infantino menuju periode berikutnya akan semakin mulus. Sementara itu, janji kenaikan dana menjadi 25 juta dolar per siklus empat tahun akan menjadi tolok ukur apakah dukungan yang mengalir hari ini bertahan setelah pemilihan usai.
Kesimpulan
Dukungan AFC terhadap Infantino adalah pembalikan sikap yang tajam, dari penandatangan surat terbuka berisi kritik keras menjadi pernyataan resmi di depan forum kongres. Sheikh Salman menyampaikannya dengan pelukan, pidato, dan pengakuan terbuka bahwa tidak semua anggotanya akan mengikuti arah tersebut. Dengan 47 suara anggota dan tanpa penantang yang jelas, posisi Infantino menuju pemilihan Maret semakin kokoh.
Yang tersisa untuk dicermati adalah apakah rekonsiliasi ini berakar pada perbaikan tata kelola, atau lebih pada perhitungan untung-rugi menjelang pemungutan suara. Sebab, dalam organisasi sebesar FIFA, dukungan politik dan janji kesejahteraan anggota sering kali berjalan beriringan dan sulit dipisahkan.