Hasil Tidak Menentu dari Grup C
Setelah dua kali bermain di Piala Dunia, harapan Skotlandia untuk maju dari Grup C masih dalam penantian. Mereka memiliki 3 poin setelah meraih kemenangan 1-0 atas Haiti dan kekalahan 1-0 dari Maroko. Hasil ini mungkin cukup jika mereka berhasil menghindari kekalahan telak dari Brasil, atau sekadar poin akan hampir memastikan tempat mereka di babak 32 besar.

Kekurangan Penerusan Serangan
Sebelum turnamen dimulai, pelatih kepala Steve Clarke menunjukkan strategi 4-4-2 dalam bentrokan persahabatan melawan Curacao dan Bolivia. Skotlandia mencetak delapan gol di dua pertandingan tersebut dan tampak percaya diri sebelum Piala Dunia.
Clarke mempertahankan formasi yang sama untuk pertandingan perdana melawan Haiti, tetapi Skotlandia memiliki lebih sedikit peluang daripada lawan mereka dan ekspektasi skor (xG) 1.05 dibandingkan dengan xG lawan 1.21.
Pemenang pertandingan John McGinn mencetak golnya melalui defleksi, dan pemain depan yang dimulai, Lawrence Shankland dan Che Adams, berada di tepi lapangan. Shankland ditarik ke bangku cadangan saat melawan Maroko untuk menguatkan tengah lapangan, tetapi kali ini Adams juga tidak bisa masuk ke pertandingan.
Akan sering menjadi figur yang terisolasi di depan, ia gagal menahan bola dan membawa Skotlandia maju, hanya memiliki 11 sentuhan sebelum digantikan oleh Lyndon Dykes pada menit ke-71. Skotlandia tidak mencetak satu peluang pun pada target.
Sepertinya Clarke akan tetap dengan sistem yang sama saat bertanding melawan Brasil, namun mungkin ada perubahan dalam komposisi tim dengan Dykes, Shankland, Ross Stewart dan George Hirst bersaing untuk memimpin penyerangan. Winger Ben Gannon-Doak, yang menunjukkan kemampuan terbaik saat bertanding melawan Haiti, memberikan dinamika penting dari bangku cadangan ketika Skotlandia bermain kuat melawan Maroko.
Fellow wide player Findlay Curtis, 19 tahun, juga muncul di pertandingan debutnya tersebut dan menawarkan kecepatan dan trik. Mungkin ia akan memainkan peran pada salah satu babak tengah pekan ini ketika Skotlandia mencoba mengurangi tekanan.
Ketahanan Pertahanan
Meskipun Skotlandia kesulitan menciptakan banyak peluang untuk diri sendiri dalam dua pertandingan grup, mereka tampil kuat di lini belakang. Salah satu kesalahan saat bertanding melawan Maroko mengundang pukulan keras karena Ismael Saibari berhasil berlari melewati Grant Hanley dan mencetak gol singkat setelah 70 detik.
Namun, dari titik tersebut ke depan, empat pemain belakang Skotlandia membatasi peluang yang diberikan kepada lawan mereka. Jack Hendry luar biasa, menghindari bahaya lebih dari satu kali dengan kecepatannya dan pemahaman permainannya. Bloknya untuk mencegah Saibari mendapatkan gol kedua adalah puncak yang bagus.
“Pembukaan buruk tetapi reaksi setelah itu sangat baik,” kata Clarke setelah pertandingan tersebut. “Kami harus berlaga keras selama 5-10 menit hanya untuk memulai permainan ini.
“Tentu, grup pemain ini, skuad ini telah menunjukkan ketahanan ini dalam jumlah terbatas sepanjang waktu.”
Resiliensi ini memberi harapan bagi Skotlandia untuk pertandingan grup berikutnya, di mana penampilan bertahan yang kuat sangat penting.
Angus Gunn Mempertahankan Percaya Pelatih
Meski diperkirakan Angus Gunn akan menjadi nomor satu Skotlandia untuk turnamen ini, pemain berusia 30 tahun itu kesulitan mendapatkan penampilan reguler dengan Nottingham Forest musim lalu sehingga tidak dipastikan sebagai kiper utama. Setelah kontraknya dengan Norwich City habis masa aktifnya pada musim panas kemarin, Gunn hanya membuat satu penampilan klub, bermain 45 menit dari bangku cadangan dalam pertandingan Liga Primer imbang 1-1 melawan Crystal Palace.
Namun, Clarke memilih Gunn sebelum Craig Gordon dan Liam Kelly dan telah terbukti dalam pilihan tersebut hingga saat ini. Clean sheet-nya melawan Haiti – walaupun ada beberapa momen yang menegangkan – memberikan tiga poin penting dalam pencarian skotlandia untuk pertandingan putaran eliminatif.
Dia tidak bisa melakukan apa-apa dengan tembakan kuat Ismael Saibari pada pertandingan kedua dan tetap mempertahankan Skotlandia dalam perjuangan dengan beberapa penyelamatan hebat, menolak Achraf Hakimi, Bilal El Khannouss, dan Chemsdine Talbi.
Sama halnya yang akan dibutuhkan pada malam pekan depan.
Pertahanan Tengah dengan Kekurangan Gilmour
Meski Billy Gilmour berada dalam skuad di Amerika Serikat, Skotlandia kehilangan pengaruh tenangnya di tengah pertahanan. Ia mengalami cedera lutut pada kemenangan persahabatan melawan Curacao dan tidak dipilih untuk Piala Dunia, dengan pemain muda Manchester United Tyler Fletcher disebutkan sebagai gantinya.
Dalam kedua pertandingan tersebut, Skotlandia kesulitan mempertahankan bola dan mengembangkan serangan dari tengah. Salah satu kekuatan Gilmour adalah kemampuannya mencuri bola dari bekannya dan maju permainan.
Melawan Haiti dan Maroko, ada banyak pemegang bola di belakang sebelum mendistribusikan panjang menuju Adams.
Banyak hal telah dibicarakan tentang start yang terbatas Lewis McTominay di turnamen ini dan bagaimana baiknya pekerjaan Lewis Ferguson, namun keduanya tidak dalam bentuk Gilmour.
Kesimpulannya, Skotlandia masih memiliki jalan panjang untuk mencapai target mereka. Pengembangan strategi, peningkatan serang, dan pemantahan yang lebih kuat akan menjadi kunci untuk maju ke putaran berikutnya di Piala Dunia 2022.