Harry Kane Pahlawan Inggris di Piala Dunia 2026, Selamatkan Tim dari Kekalahan

Harry Kane kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia. Dalam laga sengit Piala Dunia 2026 melawan Republik Demokratik Kongo (DR Congo), kapten timnas Inggris itu tampil sebagai pahlawan. Ia membalikkan keadaan ketika timnya hampir mengalami kekalahan memalukan. Dua golnya di 15 menit terakhir membawa Inggris menang 2-1 dan lolos ke babak 16 besar.

Dramatis, Kane Selamatkan Inggris dari Malapetaka

Pertandingan di Atlanta berlangsung dalam tekanan besar bagi Inggris. Cuaca panas dan lembap membuat permainan mereka tumpul. Mereka tertinggal lebih dulu dan jalannya laga hampir menjadi bencana terbesar sejak kekalahan dari Islandia di Euro 2016. Namun, Harry Kane yang tidak pernah menyerah mengambil alih situasi.

Harry Kane

Gol Pertama: Sundulan Kuat saat Waktu Menipis

Dengan hanya 15 menit tersisa, Kane menyundul bola melewati kiper Lionel Mpasi yang sebelumnya tampil gemilang. Gol itu menyamakan kedudukan dan memberi harapan baru bagi Inggris. Mpasi memang menjadi tembok tangguh dengan sederet penyelamatan, tetapi ia tak mampu menghentikan Kane kali ini.

Gol Kedua: Tendangan Klasik yang Membungkam Lawan

Empat menit kemudian, Kane kembali menunjukkan insting pembunuhnya. Ia menerima umpan dari Anthony Gordon yang baru masuk sebagai pemain pengganti. Dengan satu sentuhan, ia menjauhkan bola dari bek DR Congo lalu melepaskan tembakan kaki kanan melengkung yang tak bisa dijangkau Mpasi. Gol itu menjadi penentu kemenangan dan membuat seluruh stadion bergemuruh.

Tuchel Lega, FA Bernapas Lega

Pelatih Thomas Tuchel yang ikut berlari ke lapangan merayakan gol Kane tak bisa menyembunyikan rasa lega. Kekalahan akan menjadi pukulan berat bagi kariernya di Inggris, meski kontraknya sudah diperpanjang. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) pun menarik napas panjang setelah menempatkan kepercayaan besar pada Tuchel untuk membawa pulang trofi. Semua berkat aksi heroik Harry Kane.

Gelandang Jude Bellingham mengaku bangga bisa bermain bersama Kane. Ia menyebut Kane sebagai pemain dan pribadi yang luar biasa. Sementara Anthony Gordon, yang memberikan assist kedua, memuji konsistensi Kane. “Dia bekerja keras setiap hari di latihan, setiap pertandingan. Ini fenomenal. Levelnya hanya bisa dibandingkan dengan Messi,” ujar Gordon.

Rekor Demi Rekor Dipecahkan Kane

Dengan dua gol itu, Kane kini mengoleksi 5 gol di Piala Dunia 2026. Ia bersaing dengan Kylian Mbappe, Erling Haaland, dan Lionel Messi dalam perebutan Sepatu Emas. Tuchel menyebut mereka semua “hiu yang mencium bau darah”.

Kane juga mencatatkan rekor pribadi:

  • Melampaui Pele dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia (13 gol, peringkat 6 bersama).
  • Menyamai Ferenc Puskas di peringkat 9 pencetak gol internasional sepanjang masa (84 gol untuk Inggris).
  • Menjadi pemain Inggris pertama yang mencetak dua gol di babak gugur Piala Dunia sejak Gary Lineker pada 1990.
  • Total 72 gol musim ini untuk klub dan negara (11 untuk Inggris, 61 untuk Bayern Munchen).

Di usia 32 tahun, Kane justru semakin matang. Kemampuannya tidak hanya mencetak gol, tetapi juga distribusi bola dan kepemimpinan di lapangan membuatnya semakin berharga.

Tantangan Berat: Meksiko di Azteca

Selanjutnya, Inggris akan menghadapi tuan rumah bersama Meksiko di Stadion Azteca yang legendaris. Meksiko hanya kalah dua kali dalam 89 pertandingan kompetitif kandang. Mereka juga tak terkalahkan dalam 10 laga Piala Dunia di stadion tersebut. Ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut akan menjadi ujian tambahan bagi Inggris yang sebelumnya bermain di stadion tertutup di Dallas dan Atlanta.

Suasana dipastikan sangat panas dan penuh tekanan. Inggris membutuhkan Harry Kane lebih dari sebelumnya. Tapi seperti yang sudah terbukti di Atlanta, selama ada Kane, harapan selalu ada.

Pertandingan Inggris vs Meksiko akan berlangsung pada 6 Juli pukul 01.00 BST (siaran langsung BBC One, iPlayer, 5 Live, BBC Sounds, dan situs BBC Sport).

Kesimpulan

Harry Kane kembali menjadi pembeda saat timnya nyaris tersingkir. Dua golnya tidak hanya menyelamatkan Inggris, tetapi juga mengukuhkan statusnya sebagai legenda hidup. Dengan performa yang konsisten dan mental baja, Kane membuktikan bahwa ia adalah pemain yang bisa diandalkan di momen-momen krusial. Inggris kini melangkah dengan percaya diri menuju babak 16 besar, meski tantangan besar sudah menanti di Meksiko.