Lionel Messi Piala Dunia 2026: Sang Raja Hancurkan Harapan Inggris

Empat tahun lalu, Lionel Messi seolah sudah menuntaskan kisah Piala Dunianya. Ia mengangkat trofi di usia 35, pada turnamen yang ia sebut sebagai pertandingan terakhirnya. Kini, di usia 39 tahun, Messi kembali membuktikan diri sebagai pemain terhebat sepanjang masa. Ia menjadi mimpi buruk bagi Inggris dan mengantarkan Argentina ke final Piala Dunia 2026.

Penampilan gemilang Messi di semifinal melawan Inggris menjadi sorotan utama. Dua assist krusialnya membantu Argentina bangkit dari ketertinggalan dan menang 2-1. Kini Argentina akan menghadapi Spanyol di final yang akan digelar di New Jersey.

Bagaimana Messi Menghancurkan Inggris

Lionel Messi belum pernah menghadapi Inggris dalam kariernya sebelum laga ini. Namun, Thomas Tuchel dan seluruh pendukung The Three Lions pasti berharap itu tidak pernah terjadi. Pada babak pertama yang ketat, Messi hanya menunjukkan beberapa sentuhan berkualitas. Namun setelah Anthony Gordon membawa Inggris unggul di menit ke-55, Argentina hidup kembali.

Lionel Messi

Saat Tuchel memasukkan lebih banyak bek dan Inggris bertahan deep, Argentina menguasai 88% penguasaan bola selama 37 menit berikutnya. Messi kemudian pindah ke sisi kanan dan benar-benar menguasai permainan.

Dua Assist Kunci yang Membalikkan Keadaan

Gol pertama Argentina lahir dari skema tendangan sudut. Messi mengirim bola ke Enzo Fernandez yang melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-85. Gol kedua datang di masa injury time, saat umpan silang Messi disundul Lautaro Martinez untuk memastikan kemenangan.

Kiper Argentina, Emiliano Martinez, mengungkapkan bahwa memindahkan Messi ke sisi sayap adalah kunci. “Dia menyelesaikan sembilan dribel dan menciptakan dua assist — catatan yang belum pernah terjadi sebelumnya di babak knockout Piala Dunia sejak 1966,” ujarnya.

Statistik Dominasi yang Mencengangkan

Berikut perbandingan statistik Messi melawan seluruh pemain Inggris di laga tersebut:

  • Sentuhan di kotak penalti lawan: Messi 7, seluruh pemain Inggris 7 (sama totalnya)
  • Peluang tercipta: Messi 4, seluruh pemain Inggris 4
  • Umpan silang: Messi 9 (terbanyak di laga)
  • Dribel sukses: Messi 9, seluruh pemain Inggris 7

Mantan bek Inggris, Micah Richards, berkata, “Dia berjalan di atas lapangan, lalu hidup saat bola di kakinya. Kejeniusan ini lah yang membuat perbedaan.” Joe Hart menambahkan, “Messi memiliki kunci utama — dia benar-benar mengatur pertandingan pada 15 menit terakhir.”

Rekor Messi di Piala Dunia 2026

Messi kini menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan 21 gol (dari total 125 gol untuk Argentina). Delapan gol di antaranya dicetak di turnamen ini, melampaui tujuh gol yang ia buat pada 2022. Ia juga mengoleksi empat assist, yang membuatnya menjadi pemain dengan kontribusi gol terbanyak (12) di Piala Dunia 2026.

Mengejar Sepatu Emas

Messi saat ini berbagi posisi puncak pencetak gol dengan Kylian Mbappe (masing-masing 8 gol). Jika imbang, assist menjadi penentu — Messi unggul 4 berbanding 3. Mbappe masih bermain di perebutan tempat ketiga melawan Inggris. Sementara itu, Jude Bellingham dan Harry Kane juga mengejar dengan 6 gol. Messi juga hanya terpaut satu assist dari pemimpin assist Michael Olise (Prancis).

Messi di Usia 39: Masih Tak Terhentikan

Mudah untuk lupa bahwa Messi sempat pensiun dari timnas pada 2016 setelah kalah di final Piala Dunia 2014 dan tiga final Copa America. Namun setelah membatalkan keputusan itu, ia memenangkan Copa America dua kali dan Piala Dunia 2022. Kini, di usia 39 tahun, ia masih menjadi mesin gol dan assists.

Menurut jurnalis Spanyol Guillem Balague, Messi telah berevolusi secara taktik setidaknya lima kali sepanjang kariernya. Di turnamen ini, ia berjalan kaki 47% dari total jarak tempuhnya — persentase tertinggi di antara pemain lapangan. Namun begitu bola datang, ia langsung hidup.

Messi kini telah mencetak atau assists dalam 13 pertandingan berturut-turut untuk Inter Miami dan Argentina. Jika ia terlibat gol di final melawan Spanyol, catatan itu akan menyamai rekor pribadinya (14) yang dibuat pada 2011.

Final Lawan Spanyol: Panggung Terakhir?

Messi akan menjadi pemain kedua setelah Cafu yang tampil di tiga final Piala Dunia. Pada 2030 ia akan berusia 43 tahun, dan banyak yang menduga ini adalah pertandingan Piala Dunia terakhirnya. Namun setelah semua kejutan yang ia berikan, mungkin kita harus berhenti berasumsi tentang sang pemenang delapan Ballon d’Or.

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menegaskan, “Dia pemain terbaik dalam sejarah. Sebagian besar orang Spanyol memujanya.” Final di New Jersey akhir pekan ini akan menjadi panggung sempurna bagi Messi untuk menambah mahkota legendarisnya.

Inggris vs Argentina Piala Dunia 2026: Shearer Yakin Dendam 1998 Terbalas

Legenda timnas Inggris, Alan Shearer, masih menyimpan luka mendalam dari kekalahan dramatis melawan Argentina di Piala Dunia 1998. Namun, menjelang semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan kedua raksasa sepak bola ini, Shearer optimis skuad asuhan Gareth Southgate mampu menulis kisah baru dan membalaskan dendam 28 tahun silam.

Bagi Shearer, pertandingan Inggris vs Argentina Piala Dunia 2026 bukan sekadar laga biasa. Ini adalah kesempatan emas untuk mengubah kenangan pahit menjadi euforia manis. “Saya masih ingat para pemain Argentina merayakan kemenangan di samping kami saat menunggu bus,” kenang Shearer dalam wawancara eksklusif dengan BBC Sport. “Kami sangat dekat untuk menang, tapi kalah adu penalti dan pulang. Sebagai kapten, itu sangat berat, terutama karena kami punya tim luar biasa yang mampu bersinar di panggung dunia.”

Kenangan Pahit Piala Dunia 1998: Pelajaran Berharga untuk Inggris

Inggris vs Argentina

Pertemuan kali ini langsung membawa Shearer kembali ke malam tak terlupakan di Saint-Étienne tahun 1998. Laga itu menyajikan drama lengkap: gol indah Michael Owen, tendangan bebas brilian Argentina, kartu merah David Beckham, gol Sol Campbell yang dianulir, hingga kekalahan via adu penalti. “Itu adalah malam yang luar biasa dengan segalanya terjadi. Sampai sekarang saya tetap yakin tim terbaik tidak menang malam itu,” ujarnya.

Pengalaman pahit tersebut menjadi peringatan keras bagi Inggris saat ini. Shearer menekankan pentingnya menjaga emosi di lapangan. “Saya tidak akan terkejut jika melihat kartu merah lagi. Pertandingan seperti ini sangat panas. Saya juga sedikit khawatir dengan kepemimpinan wasit dan bagaimana VAR bisa berdampak pada hasil. Beberapa keputusan kontroversial sudah terjadi, termasuk yang menguntungkan Argentina,” katanya.

Pesan untuk Para Pemain: Jangan Ulangi Kesalahan Masa Lalu

Shearer mengingatkan bahwa Inggris vs Argentina Piala Dunia 2026 akan berlangsung di atmosfer yang sangat membara. Bermain 11 lawan 11 saja sudah cukup sulit, sehingga kepala dingin menjadi kunci. “Saya tahu betapa sulitnya tidak bereaksi dalam panasnya pertempuran, tapi kita tidak boleh melakukan sesuatu yang gegabah yang memberi kesempatan pada wasit atau VAR untuk campur tangan,” tegasnya.

Duel Bintang: Messi vs Bellingham dan Kane

Argentina, juara bertahan, mungkin tidak tampil gemilang sepanjang turnamen, tetapi mereka selalu menemukan cara untuk menang. Kehadiran Lionel Messi, yang belum pernah menghadapi Inggris sebelumnya, menjadi ancaman utama. “Semua yang dilakukan Argentina berpusat padanya. Mereka selalu mencari di mana Messi berada saat merebut bola,” jelas Shearer.

Namun, Inggris juga punya senjata pamungkas. Harry Kane tampil brilian, sementara Jude Bellingham menjalani turnamen terbaik dalam hidupnya. Baik Messi maupun Bellingham sama-sama telah meraih empat penghargaan Pemain Terbaik Pertandingan sejauh ini. “Mereka berdua adalah pencetak gol penentu. Siapa pun yang lolos ke final, salah satu dari mereka akan memainkan peran besar,” prediksi Shearer.

Strategi Menghentikan Messi

Bagaimana cara meredam megabintang Argentina itu? Salah satu opsi adalah menugaskan Djed Spence untuk melakukan penjagaan ketat secara man-to-man. Namun, Shearer yakin Inggris akan tetap mempertahankan formasi yang sudah digunakan di enam pertandingan sebelumnya. “Alih-alih satu pemain fokus mengikuti Messi, mungkin dua pemain akan bergerak mendekatinya untuk membatasi ruang gerak saat dia menerima bola. Tapi tentu, menghentikan Messi saja tidak cukup; kami harus memenangkan pertarungan di seluruh area lapangan,” tambahnya.

Prediksi Shearer: Perjalanan Berliku Menuju Final

Shearer memprediksi laga Inggris vs Argentina Piala Dunia 2026 tidak akan berjalan mudah. “Tidak ada satu pun pertandingan kami di turnamen ini yang berjalan nyaman, kecuali mungkin babak kedua melawan Kroasia di laga pembuka. Saya perkirakan kali ini juga sama,” ujarnya. Meski begitu, ia optimis Inggris mampu menang. “Saya yakin kami punya cukup kemampuan untuk mengalahkan Argentina, karena kami akan memberi mereka lebih banyak masalah daripada yang mereka berikan kepada kami.”

Bagi para penggemar yang gemar membuat prediksi hasil pertandingan, termasuk dalam bentuk mix parlay, laga ini tentu menjadi salah satu partai paling dinanti. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kedua tim bermain di lapangan hijau. Shearer, yang akan menjadi komentator pertandingan bersama Guy Mowbray, berpesan kepada pemirsa di rumah: “Bersiaplah—ini bisa menjadi malam yang indah bagi kita semua, tapi pasti akan menjadi perjalanan yang bergelombang.”

Kisah 1998 adalah luka yang tak kunjung sembuh bagi Shearer dan para penggemar Inggris. Namun, Inggris vs Argentina Piala Dunia 2026 menawarkan kesempatan kedua. Dengan talenta muda seperti Bellingham dan pengalaman Kane, Inggris memiliki modal untuk mengukir sejarah. Apakah kali ini mereka akan keluar sebagai pemenang? Hanya waktu yang akan menjawab, tapi satu hal pasti: drama dan gengsi besar akan tersaji di Atlanta nanti malam.

Andrey Santos Resmi Gabung Man United, Tielemans di Ambang Pintu

Kesepakatan Andrey Santos dengan Manchester United

Manchester United resmi mengumumkan rekrutan anyar mereka, Andrey Santos, dari Chelsea dengan biaya transfer sebesar £48 juta. Gelandang Brasil berusia 22 tahun itu telah menyelesaikan tes medis dan menandatangani kontrak hingga Juni 2031, dengan opsi perpanjangan satu tahun. Kedatangan Santos menjadi langkah awal dalam upaya Andrey Santos Man United merombak lini tengah yang sempat krisis karena cedera dan kepergian pemain kunci.

Detail Kontrak dan Komentar Resmi

Direktur sepak bola Manchester United, Jason Wilcox, memuji kualitas Santos sebagai gelandang serba bisa. “Andrey adalah gelandang luar biasa dengan kualitas teknis yang sangat baik dan kemampuan memengaruhi permainan di kedua sisi lapangan. Dia adalah target utama kami di posisi penting ini,” ujar Wilcox. Meski sudah memiliki pengalaman luas dan kepemimpinan, Wilcox menilai potensi Santos masih sangat besar untuk berkembang.

Santos sendiri mengaku antusias bergabung dengan Setan Merah. “Segala sesuatu tentang Manchester United itu istimewa. Rasanya luar biasa bisa bergabung dengan klub yang menjadi rumah bagi idolaku. Sebagai gelandang, saya sangat bersemangat belajar dari Michael Carrick. Dia pelatih yang sempurna untuk membantu saya melangkah ke level berikutnya,” kata Santos. Ia juga memuji ambisi klub dan lingkungan yang telah dibangun.

Andrey Santos

Santos telah mulai berlatih bersama tim dan berpotensi tampil dalam pramusim melawan Wrexham di Helsinki pada 18 Juli. Ia sebelumnya menjadi bagian skuad Chelsea yang memenangi Piala Dunia Antarklub 2025 dan tampil dalam 43 pertandingan musim lalu.

Man United Mendekati Youri Tielemans

Setelah mengamankan Santos, Manchester United juga dikabarkan semakin dekat dengan gelandang Aston Villa, Youri Tielemans. Gelandang berusia 29 tahun asal Belgia itu telah lama masuk radar United. Menurut laporan, kontrak Tielemans di Villa mengandung klausul rilis yang mempermudah negosiasi. BBC Sport mengonfirmasi bahwa kesepakatan sudah hampir tercapai.

Negosiasi dan Dampak bagi Skuad

Tielemans menjadi figur penting dalam perjalanan Belgia ke perempat final Piala Dunia, meski harus absen karena cedera saat pemanasan melawan Spanyol. Jika transfer ini rampung, akan meredakan keresahan fans yang sempat gelisah melihat kesulitan klub memenuhi prioritas utama di bursa transfer musim panas ini. Setelah kepergian Casemiro dan cedera lutut Manuel Ugarte, Kobbie Mainoo menjadi satu-satunya gelandang tengah senior yang tersisa. United juga gagal mendapatkan Elliot Anderson (ke Manchester City) dan Mateus Fernandes (ke Tottenham).

Nasib Transfer Ederson dari Atalanta

Rencana Manchester United mendatangkan Ederson dari Atalanta seharga £35 juta harus dibatalkan untuk sementara. Spekulasi beredar setelah tes medis awal di Amerika Serikat menunjukkan adanya masalah pada lutut pemain Brasil berusia 27 tahun itu. Ederson kemudian terbang ke Inggris untuk menjalani tes lebih lanjut dengan melibatkan spesialis, namun hasilnya membuat United mundur.

Masalah Medis dan Kemungkinan Kebangkitan

Meski demikian, sumber menyebut transfer ini bisa dihidupkan kembali di akhir musim panas tergantung perkembangan bursa United, namun dengan persyaratan yang berbeda. Pihak klub menegaskan bahwa keputusan ini demi kepentingan terbaik tim. Mereka juga menekankan bahwa langkah mendatangkan Santos sama sekali tidak dipicu oleh masalah dengan Ederson.

Dengan tiga saga transfer ini, Manchester United terus berupaya memperkuat skuad untuk bersaing di papan atas. Kombinasi Santos, Tielemans, dan pemain lainnya diharapkan mampu mengisi lubang di lini tengah dan membawa stabilitas yang sangat dibutuhkan.

Kunci Kemenangan Inggris di Piala Dunia 2026 meski Tuchel Kecewa

Tuchel Puji Hasil, Tapi Kecewa dengan Performa

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengaku tidak puas dengan penampilan anak asuhnya meski berhasil mengalahkan Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026. “Kami mempersulit diri sendiri. Hasilnya fantastis, tapi saya tidak senang dengan performanya,” ujar Tuchel usai pertandingan. Meski begitu, ia tetap memuji semangat juang para pemain.

Tuchel menambahkan, “Saya terkesan dengan usaha, semangat tim, dan keyakinan untuk mengatasi kesulitan. Namun, sebagai pelatih, saya tahu kami bisa bermain lebih baik. Banyak momentum berganti, kami bermain ceroboh, banyak kesalahan teknis, tidak cukup cepat, dan tidak repetitif.” Pertanyaan besar kemudian muncul: jika permainan belum sesuai harapan, kenapa Inggris terus memenangkan pertandingan?

Tuchel

Gaya Bermain yang Diinginkan Tuchel

Saat memilih skuad Piala Dunia, Tuchel sudah menunjukkan preferensi taktik yang jelas. Pemain dipilih berdasarkan kemampuan mengisi peran tertentu—misalnya Jude Bellingham dan Morgan Rogers bersaing untuk posisi nomor 10. Sistem ini didasari prinsip-prinsip utama:

  • Menguasai penguasaan bola
  • Tekanan agresif saat kehilangan bola
  • Umpan terukur untuk memancing tekanan lawan
  • Setelah memancing tekanan, percepat serangan untuk mencari ruang bagi penyerang
  • Melawan blok bertahan, serang dari sayap menggunakan segitiga lebar dan rotasi untuk menciptakan peluang

Sepanjang turnamen, prinsip-prinsip ini hanya terlihat dalam kilasan. Tuchel jelas belum puas dengan konsistensi penerapannya.

Apa yang Kurang Saat Lawan Norwegia?

Hampir semua kritik Tuchel setelah laga berfokus pada permainan saat menguasai bola. Norwegia bertahan dengan formasi 4-5-1, sementara Inggris menyerang dalam formasi 3-2-5. Tiga bek, dua gelandang (Declan Rice dan Elliot Anderson), serta bek kiri Nico O’Reilly yang ikut menyerang membentuk lini depan berjumlah lima pemain.

Tuchel menyebut timnya “tidak cukup repetitif” — istilah yang jarang terdengar. Maksudnya, ia ingin melihat penguasaan bola dalam durasi panjang dengan umpan-umpan pendek untuk menarik keluar pemain Norwegia. Ini penting untuk membuka ruang bagi penyerang, baik di sayap maupun dengan umpan panjang.

Di fase grup lawan Ghana yang juga pakai 4-5-1, Tuchel berteriak “pendek, pendek, pendek” sebelum mencari “switching panjang”. Hal itu sempat terlihat di babak pertama lawan Norwegia, saat Anderson mengirim umpan panjang ke Noni Madueke. Sayang, para pemain sayap tidak bisa memanfaatkan momen tersebut. Seiring waktu, pola repetitif memancing tekanan ini meredup. Penguasaan bola Inggris turun drastis dari 68% di babak pertama menjadi 44% di babak kedua.

Potensi Segitiga Lebar yang Belum Dimaksimalkan

Rotasi posisi dalam segitiga lebar seharusnya menjadi senjata utama Inggris. Tuchel frustrasi karena Norwegia memberi kondisi ideal untuk menerapkannya, tapi timnya “tidak cukup cepat”. Gelandang sayap Norwegia tidak turun ke lini belakang, melainkan tetap sejajar dengan gelandang tengah. Di belakang mereka, empat bek Norwegia bertahan dengan formasi sempit.

Ini membuka beberapa solusi lewat segitiga lebar. Contoh: Anthony Gordon, Anderson, dan O’Reilly bergerak dari sayap kiri ke posisi lebih dalam di dalam. Bek kanan Norwegia, Julian Ryerson, tidak diikuti, sehingga O’Reilly atau Anderson bisa masuk ke ruang kosong di belakang. Sayangnya, Inggris tidak memanfaatkan ruang itu dengan cepat. Pola serupa berhasil dilakukan Irak dan Prancis saat melawan Norwegia, padahal kedua tim itu tidak terlalu mengandalkan pendekatan Tuchel.

‘Takut’ dan ‘Ceroboh’

Pada contoh lain, bola tidak segera diumpan ke pemain bebas di sayap. Sebaliknya, Marc Guehi malah memaksakan umpan melalui tengah dan kehilangan bola di area berbahaya. Inilah yang dimaksud Tuchel dengan kata “ceroboh”.

Asisten pelatih Anthony Barry pernah mengungkapkan di laga pembuka lawan Kroasia, “Kami tidak bermain melalui celah, tidak mempercepat permainan sesuai keinginan. Kami jatuh ke pola takut.” Meski Inggris sudah mencapai semifinal, penilaian itu masih relevan lima pertandingan kemudian.

Bagaimana Inggris Terus Menang?

Meski gagal mengeksploitasi kelemahan Norwegia saat pertandingan berjalan seperti latihan serangan versus pertahanan, Inggris tetap menang. Gol pertama bermula dari umpan panjang kiper Norwegia yang jatuh ke kaki Anderson. Norwegia yang bersiap merebut bola justru ketahuan dalam posisi tidak teratur.

Anderson membawa bola dengan kuat ke depan, menarik Ryerson, sehingga Gordon bisa berlari bebas di sayap. Bek tengah Ajer harus keluar menutup Gordon, dan gelandang Berge turun ke lini belakang—sesuatu yang tidak dilakukan dalam formasi rapi. Akhirnya, umpan silang ke Bellingham yang datang terlambat dan tidak terkawal berbuah gol indah. Pola serupa juga terjadi di gol pembuka lawan Meksiko, dengan Rice membawa bola dan Bellingham kembali menjadi eksekutor.

Ini menunjukkan kualitas individu pemain Inggris yang mampu memanfaatkan momen disorganisasi lawan. Sulit melatih timing dan insting Bellingham, atau kemampuan membawa bola Rice dan Anderson. Untuk gol kemenangan lawan Norwegia, lagi-lagi momen dari sepak pojok membuat Norwegia tidak dalam formasi 4-5-1. Morgan Rogers melepaskan tembakan jarak jauh, bola ditepis, dan Bellingham dengan antisipasi cemerlang mencetak gol kedua.

Kesimpulan: Antara Taktik dan Insting

Bellingham sendiri mengakui, “Pertandingan terbagi dalam banyak aspek—teknis, taktis, dan yang terbesar adalah psikologis, mengelola tekanan.” Cara pemain Inggris tampil gemilang dalam situasi chaos patut diacungi jempol. Ini menunjukkan kekuatan mental sekaligus kualitas individu yang tinggi.

Namun, Tuchel percaya “performa membantu Anda memenangkan pertandingan”. Tugasnya adalah menciptakan kondisi yang lebih andal untuk menciptakan peluang sepanjang laga. Dengan Argentina sebagai lawan di semifinal—tim yang memiliki kerentanan di sisi sayap—Tuchel pasti akan terus fokus membuat segitiga lebar bekerja optimal. Inilah kunci kemenangan Inggris di Piala Dunia 2026: kombinasi antara disiplin taktik sang pelatih dan naluri pemain bintangnya.

BBC Siarkan Semi Final Inggris Piala Dunia 2026: Jadwal & Cara Nonton

BBC akan menayangkan secara langsung laga semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Timnas Inggris melawan Argentina atau Swiss. Pertandingan big match ini bisa disaksikan melalui BBC One dan BBC iPlayer, memberikan kesempatan bagi penggemar sepak bola di Inggris untuk menyaksikan perjuangan The Three Lions menuju final.

Detail Pertandingan Semi Final Inggris Piala Dunia 2026

Inggris berhasil melaju ke babak empat besar setelah mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1 di perempat final yang digelar di Miami pada Sabtu lalu. Pertandingan semifinal ini dijadwalkan berlangsung di Atlanta Stadium pada Rabu, 15 Juli 2025 pukul 20:00 waktu setempat (BST). Bagi penonton di Indonesia, pertandingan akan tayang dini hari.

Inggris Piala Dunia

Daftar Tim yang Lolos ke Semifinal

  • Inggris vs Argentina atau Swiss
  • Spanyol (juara Eropa) vs Prancis (runner-up Piala Dunia 2022)

Spanyol akan berhadapan dengan Prancis di semifinal lainnya yang digelar di Dallas pada Selasa, 14 Juli pukul 20:00 BST. Pertandingan tersebut akan disiarkan oleh ITV.

Jadwal Final dan Siaran Lengkap

Partai puncak Piala Dunia 2026 akan digelar di New York New Jersey Stadium pada Minggu, 19 Juli pukul 20:00 BST. Seluruh pertandingan turnamen ini juga bisa dinikmati melalui siaran radio langsung di BBC Radio 5 Live dan BBC Sounds.

Bagi penggemar yang tidak bisa begadang untuk menonton langsung, tersedia tayangan ulang bebas spoiler setiap pagi melalui iPlayer dan kanal YouTube BBC Football. Selain itu, BBC Sport menghadirkan pengalaman 3D interaktif untuk semua pertandingan yang disiarkan langsung di BBC, serta mode tayangan ulang untuk pertandingan ITV.

Cara Menonton Siaran Semi Final Inggris Piala Dunia 2026

  • TV: BBC One
  • Streaming: BBC iPlayer
  • Radio: BBC Radio 5 Live & BBC Sounds
  • Teks langsung & analisis: Situs web & aplikasi BBC Sport

Jangan lewatkan aksi seru Inggris di semifinal. Pastikan Anda sudah menyiapkan perangkat untuk menyaksikan siaran langsung semi final Inggris Piala Dunia 2026 secara eksklusif di BBC.

Pelatih Norwegia Nilai Inggris Favorit ke Semifinal Piala Dunia 2026

Pelatih Norwegia: Inggris Unggulan ke Semifinal

Pelatih timnas Norwegia, Stale Solbakken, menegaskan bahwa Inggris adalah favorit untuk lolos ke semifinal Piala Dunia 2026. Pernyataan ini disampaikan Solbakken kepada BBC Sport jelang laga perempat final yang mempertemukan kedua tim di Miami, Sabtu (22:00 BST).

“Mereka adalah favorit, tapi bukan favorit yang sangat besar,” ujar Solbakken dalam wawancara eksklusif. Meski mengakui kualitas Inggris, pelatih asal Norwegia itu menilai tekanan justru lebih besar di pundak Inggris favorit semifinal Piala Dunia 2026 kali ini.

Tekanan Berat di Pundak The Three Lions

Solbakken, yang pernah melatih Wolverhampton Wanderers, menambahkan, “Saya pikir Inggris punya tekanan lebih besar daripada kami. Tapi begitu pertandingan dimulai, para pemain tidak lagi memikirkan tekanan.” Menurutnya, fokus utama Norwegia adalah menjalani performa terbaik di lapangan, bukan beban ekspektasi.

Norwegia sendiri datang dengan modal percaya diri setelah menyingkirkan Brasil, juara dunia lima kali, di babak 16 besar. Kemenangan 1-0 itu menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen. Tim asuhan Solbakken kini menikmati laju terbaik mereka sejak Piala Dunia 1998.

Pelatih Norwegia

Bukan Hanya Haaland vs Kane

Banyak yang menyoroti duel antara dua striker top: Erling Haaland (Norwegia) dan Harry Kane (Inggris). Haaland telah mencetak tujuh gol di Piala Dunia 2026, sementara Kane mengoleksi enam gol dalam lima pertandingan. Namun, Solbakken menepis anggapan bahwa pertandingan ini hanya akan menjadi ajang adu tajam kedua pemain.

“Ini adalah Norwegia melawan Inggris, bukan Haaland melawan Kane,” tegas Solbakken. Ia mengakui bahwa Haaland adalah pembeda utama bagi timnya, tapi ia juga mengingatkan bahwa pemain lain juga berkontribusi besar. “Dia juga butuh pelayanan dari rekan setim. Tapi tak bisa dipungkiri, dia adalah pembeda yang luar biasa bagi kami.”

Kekuatan Inggris yang Diwaspadai

Solbakken mengaku kagum dengan permainan Inggris di bawah arahan Thomas Tuchel. Ia menyoroti kemenangan dramatis 3-2 atas tuan rumah Meksiko di babak 16 besar, meski harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-54. “Jude Bellingham dan Kane mencetak gol dari posisi yang brilian. Saya pikir pertandingan terbaik Inggris adalah saat mereka lebih unggul dari Meksiko,” ujarnya.

Ia juga memuji kekuatan lini tengah Inggris yang diisi Declan Rice dan Elliot Anderson, serta opsi di sayap yang bisa menjadi pembeda kapan saja. “Mereka punya beberapa opsi di sayap. Jika satu pemain tidak tampil baik, yang lain bisa masuk dan langsung memberikan dampak,” tambah Solbakken.

Norwegia Bisa Bermain Santai

Meski diunggulkan, Solbakken optimistis timnya bisa bersaing. Ia mencontohkan penguasaan bola 66,4% saat melawan Brasil. Namun, ia tidak berharap statistik serupa terulang melawan Inggris. “Cuaca semakin panas. Kami berlatih dengan ringan, lebih banyak sesi teknis dengan tempo rendah. Yang penting adalah kebugaran untuk pertandingan besok,” jelasnya.

Dukungan Ribuan Fans Norwegia

Pertandingan ini menjadi salah satu laga terbesar dalam sejarah sepak bola Norwegia. Ribuan suporter Norwegia telah tiba di Miami untuk mendukung tim kesayangan mereka. Solbakken, yang juga bermain di Piala Dunia 1998, mengaku kebangkitan timnya telah menyatukan negara. “Seluruh Norwegia menantikan pertandingan besok,” katanya penuh semangat.

Di sela-sela konferensi pers, Solbakken juga menyampaikan pesan hangat untuk mantan idolanya, Kevin Keegan, legenda Liverpool yang mengidap kanker stadium empat. “Kevin adalah pahlawan besar saya. Saya berharap dia baik-baik saja. Kami dulu menonton Match of the Day dan saya mendukung Liverpool karena dia,” kenang Solbakken.

Kesimpulan: Laga Penuh Intrik

Pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Norwegia menjanjikan drama dan tensi tinggi. Meski Inggris di atas kertas lebih diunggulkan, semangat juang dan kualitas individu Norwegia seperti Haaland dan Martin Odegaard bisa menjadi pembeda. Siapa pun yang menang, langkah selanjutnya akan menghadapi Argentina atau Swiss di Atlanta untuk merebut tiket final. Satu hal pasti: persepsi Inggris favorit semifinal Piala Dunia 2026 akan diuji langsung di lapangan.

Cedera Hamstring Marc Guehi: Kekhawatiran Baru Inggris di Piala Dunia 2026

Kondisi Terkini Marc Guehi Menjelang Laga Perempat Final

Kekhawatiran melanda kubu Timnas Inggris menjelang pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 melawan Norwegia. Bek andalan mereka, Marc Guehi, mengalami cedera hamstring ringan yang membuat statusnya dipertanyakan. Pemain Manchester City ini akan menjalani evaluasi pada hari Jumat untuk menentukan apakah ia cukup fit tampil pada laga krusial yang digelar Sabtu.

Cedera tersebut didapat Guehi saat Inggris mengalahkan Meksiko 3-2 di babak 16 besar di Stadion Azteca. Awalnya, cedera ini dianggap sebagai kelelahan otot biasa, namun pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa Guehi mengalami hamstring strain. Meski begitu, cedera ini tidak tergolong serius, tetapi mengingat lawan yang dihadapi—Norwegia dengan bomber tajam Erling Haaland—pelatih Thomas Tuchel tidak bisa mengambil risiko dengan kebugaran pemain bertahannya.

Pemulihan dan Harapan Marc Guehi

Guehi sendiri sangat optimis bisa tampil. Ia bertekad membuktikan kebugarannya dan masih percaya diri dapat berkontribusi. Namun, jika ia tidak bisa berlatih penuh bersama skuad pada Jumat, maka besar kemungkinan ia akan dicoret dari susunan pemain utama. Tim medis terus memantau perkembangannya, dan keputusan akhir akan diambil berdasarkan hasil latihan terakhir.

Selain Guehi, gelandang Declan Rice juga menjadi perhatian. Rice tidak mengikuti latihan untuk hari kedua berturut-turut karena terserang penyakit. Sebelumnya, ia sudah memiliki masalah saraf yang memengaruhi hamstring dan punggung bawah, dan kondisi ini diperparah oleh sakit yang dideritanya. Inggris telah mengambil langkah pencegahan agar penyakit ini tidak menyebar ke pemain lain.

Kabar Baik: Reece James Kembali Latihan

Di tengah kabar kurang mengenakkan, ada pula berita positif. Bek kanan Reece James akhirnya kembali berlatih penuh pada hari Kamis setelah pulih dari cedera hamstring yang ia derita sejak laga imbang tanpa gol melawan Ghana. James memang tidak menyelesaikan seluruh sesi latihan, tetapi diperkirakan siap tampil jika tidak ada efek samping. Kehadirannya menjadi angin segar bagi Tuchel, karena posisi bek kanan Inggris terus menjadi masalah akibat cedera dan akumulasi kartu.

Hamstring Marc Guehi

Masalah di posisi bek kanan semakin rumit setelah Jarell Quansah, yang menjadi starter saat melawan Meksiko, mendapat larangan bermain dua pertandingan akibat kartu merah. Sementara itu, Tino Livramento cedera betis sebelum turnamen dimulai, dan Trevoh Chalobah dipanggil sebagai pengganti. Tanpa James, satu-satunya bek kanan murni yang tersedia adalah Djed Spence. Oleh karena itu, kembalinya James sangat krusial.

Opsi Lini Belakang Inggris untuk Hadapi Norwegia

Jika Guehi tidak bisa dimainkan, Tuchel masih memiliki beberapa opsi di posisi bek tengah. John Stones, Dan Burn, dan Trevoh Chalobah siap menggantikan. Namun, kehilangan Guehi tentu akan menjadi pukulan tersendiri, mengingat performa solidnya selama turnamen. Inggris harus pintar-pintar mengatur strategi untuk meredam agresivitas Haaland yang sudah mencetak tujuh gol di Piala Dunia 2026.

Secara keseluruhan, situasi cedera yang melanda skuad Inggris menjadi ujian besar bagi kedalaman tim dan kecerdikan Thomas Tuchel dalam meracik formasi. Laga melawan Norwegia diprediksi akan berjalan sengit, dan keputusan soal cedera hamstring Marc Guehi bisa menjadi salah satu faktor penentu kemenangan.

Kesimpulan

Kebugaran Marc Guehi menjadi perhatian utama Inggris jelang perempat final Piala Dunia 2026. Cedera hamstring yang dialaminya, meski ringan, berpotensi mengubah susunan lini belakang. Kabar baik kembalinya Reece James memberikan sedikit kelonggaran, tetapi masih ada ancaman dari kondisi Declan Rice yang sakit. Keputusan akhir akan diketahui setelah sesi latihan Jumat, dan semua mata tertuju pada bagaimana Inggris mengatasi masalah ini demi melaju ke semifinal.

Piala Dunia 2026: Prediksi Skor Perempat Final ala Chris Sutton

Babak perempat final Piala Dunia 2026 akan segera berlangsung, dan hanya empat tim yang berhak melaju ke semifinal. Siapa saja yang akan tersingkir? Pakar sepak bola BBC, Chris Sutton, kembali dengan prediksi skor akuratnya. Setelah hanya satu tebakan meleset di babak 16 besar (kemenangan adu penalti Swiss atas Kolombia), Sutton siap meramal hasil empat laga panas. Tak ketinggalan, prediksi AI dari Microsoft Copilot Chat juga ikut diadu. Berikut ulasan lengkap prediksi perempat final Piala Dunia 2026 versi Chris Sutton.

Prediksi Prancis vs Maroko: Les Bleus Lolos?

Chris Sutton

Prancis sejak awal menjadi unggulan utama Sutton. Ia tetap percaya pada kekuatan tim Didier Deschamps, meskipun Maroko mampu mengejutkan. Sutton menilai Maroko belum tampil konsisten selama 90 menit penuh. “Mereka sangat buruk di babak pertama saat melawan Kanada,” ujarnya. Tanpa penyerang kunci Ismael Saibari yang cedera, Maroko kesulitan membahayakan gawang Prancis.

Sebaliknya, Prancis menunjukkan ketenangan luar biasa saat menghadapi provokasi Paraguay. Masuknya Désiré Doué dari bangku cadangan membuktikan kedalaman skuad mereka. Sutton memprediksi Prancis menang 2-1. AI pun sepakat dengan skor yang sama, seraya berkomentar: “Tujuannya bukan mengejutkan, Chris, melainkan benar.”

Prediksi Spanyol vs Belgia: Dominasi La Roja?

Spanyol tampil kurang meyakinkan di babak 16 besar saat melawan Portugal. Lamine Yamal kesulitan melewati Nuno Mendes, dan peluang emas Mikel Oyarzabal terbuang. Namun, gol dari pemain pengganti Ferran Torres dan Mikel Merino menyelamatkan mereka. Sutton melihat Spanyol masih kokoh tanpa kebobolan satu gol pun.

Belgia sukses menghancurkan Amerika Serikat, tapi Sutton meragukan kualitas lawan tersebut. Cedera Amadou Onana menjadi pukulan bagi lini tengah Belgia. “Spanyol akan mendominasi penguasaan bola, Belgia hanya bisa mengandalkan serangan balik. Saya tidak melihat Belgia mencetak gol,” tegas Sutton. Prediksi skor: Spanyol 3-0. AI sedikit lebih rendah, 2-0.

Prediksi Norwegia vs Inggris: Duel Sengit di Miami

Kemenangan dramatis Inggris atas Meksiko dengan 10 pemain menjadi salah satu laga terbaik turnamen. Sutton memuji resiliensi tim Thomas Tuchel, terutama blokade John Stones dan sundulan Dan Burn. Kini mereka menghadapi Norwegia yang baru saja menumbangkan Brasil.

Erling Haaland menjadi ancaman utama. Pergerakannya untuk mencetak gol ke gawang Brasil dinilai Sutton luar biasa. “Haaland akan punya peran besar lagi,” katanya. Meski Inggris tidak mendominasi permainan, lini depan mereka tetap tajam. Sutton memperkirakan skor 2-3 untuk kemenangan Inggris. AI memprediksi 1-2.

Prediksi Argentina vs Swiss: Messi Berjaya Lagi?

Argentina hampir tersingkir oleh Mesir, namun pengalaman juara bertahan membuat mereka selamat. Lionel Messi mungkin gagal penalti, tapi tetap berkontribusi. Sutton mengakui Argentina kesulitan di dua laga knockout sebelumnya. Namun, Swiss juga tidak tampil ofensif tanpa Johan Manzambi yang cedera.

“Saya memilih dengan hati karena ingin melihat semifinal Argentina vs Inggris,” ujar Sutton. “Tapi perasaan saya mengatakan Messi akan melakukan momen ajaib lagi.” Prediksinya: Argentina 2-1. AI memilih 2-0 untuk Argentina.

Demikian prediksi lengkap Chris Sutton untuk perempat final Piala Dunia 2026. Apakah ramalannya akan tepat? Kita tunggu hasil pertandingan yang digelar mulai 9 hingga 12 Juli 2026. Pantau terus informasi terbaru seputar Piala Dunia 2026 hanya di sini.

Ancelotti Kembali Selamatkan Brasil dari Humiliasi di Piala Dunia 2026

Babak pertama di Houston menjadi mimpi buruk bagi Brasil. Para pemain tim samba harus menahan malu saat mereka tertinggal 1-0 dari Jepang di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Jika skor bertahan, Brasil akan tersingkir lebih cepat dari sebelumnya sejak 1966—sebuah noda hitam dalam sejarah sepak bola mereka. Publik di tanah air sudah bersiap mengecam, tetapi Carlo Ancelotti punya rencana lain.

Pelatih asal Italia yang dikenal tenang di bawah tekanan itu membuktikan lagi julukannya sebagai “Crafty Carlo”. Dengan serangkaian perubahan taktik di babak kedua, Brasil berhasil membalikkan keadaan menjadi kemenangan 2-1 yang dramatis. Bagi Brasil, kemenangan di Piala Dunia 2026 ini menjadi yang pertama kali mereka menang setelah tertinggal di fase gugur sejak 2002.

Krisis di Babak Pertama: Brasil 45 Menit dari Kehancuran

Jepang tampil disiplin dan agresif. Mereka tidak memberi ruang bagi para pemain Brasil untuk mengembangkan permainan. Brasil yang biasanya dielu-elukan sebagai raja sepak bola menyerang justru tampil tanpa daya. “Saya ingin menekankan besarnya humiliasi yang dihadapi Brasil saat jeda,” kata Tim Vickery, pakar sepak bola Amerika Selatan, kepada BBC Radio 5 Live. “Brasil adalah negara tradisionalis yang sombong. Gagal di babak 32 besar oleh tim Asia adalah bencana besar.”

Ancelotti, yang menjadi pelatih asing pertama bagi Brasil di Piala Dunia, mengakui ada masalah, tetapi tidak panik. “Saya tetap percaya pada tim,” ujarnya. Sikap tenang itulah yang kemudian menjadi fondasi kebangkitan.

Sentuhan ‘Crafty Carlo’: Tenang di Tengah Badai

Tidak ada pergantian pemain besar—hanya Endrick yang masuk menggantikan Lucas Paqueta yang cedera. Namun, perubahan mental dan pendekatan taktik terjadi drastis. “Kadang kemampuan terbesar Ancelotti adalah tidak melakukan apa-apa,” tambah Vickery. “Dia oase ketenangan di tengah kekacauan.”

Di ruang ganti, Ancelotti hanya menekankan bahwa tim harus percaya diri. “Kami tidak tersesat seperti di babak pertama melawan Maroko,” katanya. Hasilnya, di babak kedua Brasil tampil dengan intensitas tinggi dan tujuan yang jelas. Mereka tidak lagi bermain rumit seperti biasanya, melainkan langsung mengirim bola ke kotak penalti lawan.

Perubahan Taktik yang Membalikkan Keadaan

Pada babak pertama, Brasil hanya melakukan 12 umpan silang. Di babak kedua, jumlahnya melejit menjadi 28 umpan silang—setara dengan satu umpan setiap dua menit. Jepang kewalahan menghadapi serangan langsung ini. Tidak heran gol penyeimbang Casemiro lahir dari skema sederhana ini. “Perubahan Ancelotti membuat perbedaan besar,” ujar mantan bek Inggris Stephen Warnock. “Jepang tidak bisa mengatasi bola-bola ke dalam kotak.”

Brasil tidak lagi mencoba menggiring bola melewati lini pertahanan Jepang dengan umpan-umpan pendek. Mereka langsung mengirim bola ke area berbahaya dan memanfaatkan pergerakan pemain dari sisi buta. Pendekatan pragmatis ini kontras dengan romantisme sepak bola Brasil, tetapi Ancelotti tegas: “Satu-satunya hasil yang bisa diterima adalah kemenangan.”

ancelotti

Kemenangan Dramatis: Gol Penentu di Menit Akhir

Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan perpanjangan waktu, Jepang melakukan kesalahan fatal. Bruno Guimarães dan Gabriel Martinelli menunjukkan ketenangan luar biasa untuk mencetak gol kemenangan di menit ke-95. Sorak sorai menggema di stadion. Brasil selamat. Ancelotti hanya tersenyum tipis.

Mantan pemain Brasil Lucas Leiva menyebut kemenangan ini sebagai “penyelamat bangsa”. Sementara itu, Chris Sutton menambahkan, “Crafty Carlo melakukannya lagi. Itulah yang dia lakukan.” Dengan kemenangan ini, Brasil melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi Pantai Gading atau Norwegia.

Pelajaran Penting dari Comeback Brasil di Piala Dunia 2026

Pertandingan ini menunjukkan bahwa meskipun Brasil memiliki pemain-pemain berbakat, faktor pelatih menjadi pembeda. Ancelotti membawa pengalaman menang di lima liga Eropa dan lima gelar Liga Champions ke tim nasional. Di Piala Dunia 2026, ia membuktikan bahwa ketenangan dan kemampuan membaca pertandingan bisa mengubah arah sejarah. “Kami harus mengatasi kesulitan dan terus maju,” ujar Ancelotti. “Itulah yang dilakukan tim.”

Brasil memang belum tampil sempurna, tetapi mereka menunjukkan mental juara. Kemenangan dramatis ini bisa menjadi momentum untuk terus melaju. Dengan Ancelotti di kursi pelatih, para pendukung boleh berharap lebih—sang master taktik kembali menyelamatkan negaranya dari humiliasi di Piala Dunia 2026.

Quiz Soal Siapa Saya? Tebak Bintang Sepakbola Piala Dunia Nomor 16

Siapakah Saya?

Tantangan untuk Tebak Bintang Piala Dunia Nomor 16

Selamat datang di permainan “Siapa Saya?” kami. Kita beri Anda seorang pemain sepakbola yang populer dari Piala Dunia dan tantangan adalah untuk menebak siapa dia dengan sejumlah teka-teki minimal.

Berikut aturannya: setiap hari ada satu pemain baru, dan tujuan utamanya adalah menebaknya dengan cepat. Setelah tebakan yang salah, Anda akan mendapatkan petunjuk baru. Semakin sedikit petunjuk yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tantangan, semakin banyak poin yang dapat didapat.

Pada hari ini, tim BBC Sport beri Anda tugas dan petunjuk oleh Joe Rindl. Anda juga dapat kembali dan mencoba tantangan “Siapa Saya?” lainnya dari setiap hari Piala Dunia melalui link yang disediakan di halaman web kami.

Petunjuk Harian

Terdapat petunjuk harian untuk membantu Anda menebak siapa pemain tersebut. Petunjuk ini akan menjadi lebih spesifik dan detail setiap hari, memberikan indikasi tentang identitas yang perlu ditemukan.

Poin Skor

Skoring dalam permainan ini cukup sederhana: ketiga tebakan adalah skor rata-rata; empat atau lima tebakan dapat dianggap sebagai skor yang sangat luar biasa. Seiring berjalannya waktu, skor akan diperbarui setiap hari dan Anda dapat melihat peringkat terbaik.

Selesaikan tantangan secepat mungkin dengan petunjuk sebanyak-banya untuk mendapatkan poin maksimal.

player 2026 world cup

Teknik Bermain

  • Mulai dengan tebak-tebakan umum, seperti negara asal pemain atau posisi di lapangan.
  • Berikan perhatian pada detail spesifik seperti aksesoris khusus, tato, atau ciri-ciri unik lainnya yang mungkin ditemukan dalam petunjuk.
  • Perbarui identifikasi Anda setiap hari berdasarkan petunjuk baru yang diberikan dan perluas daftar pemain yang direncanakan sebagai jawaban potensial.

Berpartisipasi sekarang dan kembali ke situs kami besok untuk tantangan baru. Anda juga dapat mengikuti link-link di halaman berita kami untuk melihat statistik terkait permainan ini dan lainnya.

Quiz Lainnya

Selamat mencoba! Jika Anda ingin menambahkan lebih banyak tantangan ke daftar permainan, kunjungi halaman Permainan Sepakbola dan Permainan Olahraga kami. Anda juga dapat mendaftar untuk notifikasi langsung dari situs web kami untuk mendapatkan permainan terbaru.

Dapatkan pengalaman permainan yang paling menarik dengan bergabung ke dalam komunitas semangat sepakbola kami!

Terima kasih telah berpartisipasi! Untuk info lebih lanjut, kunjungi halaman berita kami.

Siapakah Saya?

Selamat datang di permainan “Siapa Saya?” kami. Kita beri Anda seorang pemain sepakbola yang populer dari Piala Dunia dan tantangan adalah untuk menebak siapa dia dengan sejumlah teka-teki minimal.

Berikut aturannya: setiap hari ada satu pemain baru, dan tujuan utamanya adalah menebaknya dengan cepat. Setelah tebakan yang salah, Anda akan mendapatkan petunjuk baru. Semakin sedikit petunjuk yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tantangan, semakin banyak poin yang dapat didapat.

Hari ini, tim BBC Sport beri Anda tugas dan petunjuk oleh Joe Rindl. Anda juga dapat kembali dan mencoba tantangan “Siapa Saya?” lainnya dari setiap hari Piala Dunia melalui link yang disediakan di halaman web kami.