Andy Burnham, Wali Kota Greater Manchester, menyatakan keinginannya untuk membawa Piala Dunia 2042 kembali ke Inggris. Jika terwujud, turnamen ini akan menjadi gelaran Piala Dunia pria pertama di Inggris dalam hampir delapan dekade terakhir. Keinginan ini pun mendapat angin segar karena Perdana Menteri disebut sangat antusias terhadap gagasan tersebut.
Dalam diskusi informal di No 10 North, Manchester, pada Jumat lalu, Perdana Menteri mengungkapkan kepada para wali kota regional bahwa ia sangat ingin turnamen bergengsi ini digelar di Kepulauan Inggris. Ambisi ini seirama dengan perjuangan Burnham selama ini dalam mendorong berbagai ajang olahraga besar di kawasan utara Inggris. Langkah ini juga dinilai sebagai upaya menghadirkan kembali momen bersejarah yang terakhir kali terjadi saat Inggris menjadi juara dunia pada 1966.

Ambisi Andy Burnham Bawa Piala Dunia 2042 ke Inggris
Burnham, yang dikenal sebagai penggemar berat sepak bola dan memiliki tiket musiman di Everton, sebelumnya menyebut situasi saat ini sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. Ia menekankan bahwa baru satu Piala Dunia yang pernah digelar di wilayah Inggris Raya sepanjang sejarah. Pernyataan “insane” itu ia lontarkan awal bulan ini sebagai bentuk kritik terhadap minimnya kesempatan Inggris menjadi tuan rumah turnamen terbesar di dunia.
Menurut sumber yang memahami situasi ini, aplikasi untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2042 berpotensi melibatkan negara-negara lain di Inggris Raya. Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara belum pernah menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia sama sekali. Tren kerja sama antarnegara dalam pengajuan tuan rumah turnamen sepak bola besar memang semakin umum dalam beberapa tahun terakhir.
Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara bersama Republik Irlandia akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Eropa 2028. Keberhasilan proses bidding untuk Euro 2028 itu bisa menjadi fondasi kuat bagi Inggris untuk kembali dipercaya menggelar turnamen global. Kendati demikian, pekerjaan resmi untuk penawaran Piala Dunia 2042 belum dimulai.
Sejarah Panjang Inggris di Piala Dunia: dari Trofi 1966 hingga Kegagalan 2018
Inggris pernah menjadi tuan rumah sekaligus juara Piala Dunia pada 1966, saat mengalahkan Jerman Barat 4-2 di babak final setelah perpanjangan waktu. Hingga kini, itu menjadi satu-satunya kesempatan Inggris menjadi tuan rumah sekaligus memenangkan turnamen. Momen tersebut tercatat sebagai salah satu pencapaian paling ikonik dalam sejarah sepak bola Inggris.
Namun, upaya Inggris untuk kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia tidak selalu berjalan mulus. Pada 2018, Inggris sempat mengajukan penawaran yang berujung kegagalan, dan turnamen akhirnya diberikan kepada Rusia di tengah tuduhan korupsi. Bahkan pada 2014, saat masih menjabat di kabinet bayangan, Burnham mengaku tidak nyaman dengan keputusan yang membiarkan Rusia tetap menjadi tuan rumah setelah aneksasi Krimea.
Aturan FIFA dan Peta Persaingan Tuan Rumah Piala Dunia
Berdasarkan regulasi FIFA, tidak ada negara Eropa yang memenuhi syarat untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia sebelum 2042. Ketentuan inilah yang menjadi alasan utama mengapa 2042 menjadi target realistis bagi Inggris untuk mengajukan diri. FIFA melarang negara mengajukan penawaran jika dua turnamen sebelumnya digelar di benua yang sama.
Sistem rotasi benua sebenarnya pernah diperkenalkan FIFA pada 2000, yang membawa Afrika Selatan menjadi tuan rumah pertamanya pada 2010. Namun, sistem ketat tersebut dihapuskan pada Oktober 2007. Piala Dunia 2030 nanti akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko, dengan beberapa pertandingan pembuka di Amerika Selatan untuk merayakan seratus tahun turnamen yang pertama kali dimainkan di Uruguay pada 1930.
FIFA juga telah mengonfirmasi bahwa Arab Saudi akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034. Sementara itu, lokasi Piala Dunia 2038 belum diumumkan, tetapi diperkirakan akan digelar di Amerika Utara atau Oseania, yang mencakup Australia dan Selandia Baru. Dengan peta persaingan seperti ini, Inggris dinilai memiliki peluang besar untuk mengamankan hak tuan rumah edisi 2042.
Lebih dari Sekadar Sepak Bola: Olimpiade dan Dampak Ekonomi
Ambisi Burnham ternyata tidak berhenti pada Piala Dunia 2042 saja. Dalam pertemuan Jumat lalu, ia juga membicarakan kemungkinan menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade di kawasan utara Inggris pada dekade 2040-an. UK Sport sebelumnya telah ditugaskan untuk menilai kelayakan penawaran tersebut pada awal tahun ini di bawah mantan Perdana Menteri Keir Starmer.
Pemerintah dikabarkan sedang mempertimbangkan “multi-city bid” agar manfaat ekonomi dapat menyebar ke beberapa kota di kawasan utara. Strategi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja baru. Juru bicara pemerintah menegaskan bahwa Inggris berkomitmen menghadirkan ajang olahraga kelas dunia dengan penuh kebanggaan.
Berbagai ajang bergengsi telah berhasil diamankan, termasuk Tour de France dan Tour de France Femmes Grands Départs 2027 serta Uefa Euro 2028. Inggris juga tengah mengajukan penawaran aktif untuk Kejuaraan Atletik Dunia 2029 dan Piala Dunia Wanita 2035. “Seperti yang telah disampaikan Perdana Menteri, kami akan terus mengejar ajang olahraga yang menyatukan komunitas, mendorong pertumbuhan regional, dan menciptakan lapangan kerja di seluruh negeri,” ungkap juru bicara pemerintah.
Peluang Besar di Depan untuk Inggris
Keinginan Andy Burnham membawa Piala Dunia 2042 ke Inggris bukan sekadar wacana tanpa dasar, mengingat dukungan dari Perdana Menteri dan pengalaman sukses menjadi tuan rumah Euro 2028. Meski proses resmi belum dimulai, sinyal awal dari pemerintah menunjukkan peluang yang sangat terbuka. Jika berhasil, ini akan menjadi momen bersejarah yang dinantikan oleh seluruh pencinta sepak bola di Inggris Raya.
Dengan aturan FIFA yang membuka peluang bagi Eropa untuk mengajukan diri pada 2042, Inggris kini memiliki peta jalan yang lebih jelas. Namun, persaingan tentu akan tetap ketat dan membutuhkan persiapan yang matang sejak dini. Semua mata kini tertuju pada langkah resmi berikutnya dari Federasi Sepak Bola Inggris dan pemerintah dalam mewujudkan ambisi besar ini.